PASAMAN BARAT — Banjir yang merendam permukiman warga di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, menyisakan duka dan kerugian bagi masyarakat. Sejumlah rumah terendam, aktivitas warga terhenti, dan roda perekonomian sempat lumpuh. Di tengah situasi tersebut, kepedulian aparat kepolisian hadir melalui langkah nyata Polres Pasaman Barat dengan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat, jajaran Polres bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, dan air mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga pascabencana.
Kapolres Pasaman Barat menilai bencana alam bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan ujian kemanusiaan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara sederhana dan langsung menyasar warga yang terdampak. Bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai dukungan logistik, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara dan kepedulian aparat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Sejak banjir melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu, Polres Pasaman Barat telah terlibat aktif dalam berbagai upaya penanganan, mulai dari evakuasi warga, pencarian korban, hingga pengamanan lokasi terdampak. Penyaluran sembako ini menjadi bagian dari rangkaian upaya pemulihan sosial pascabencana.
“Ketika masyarakat mengalami kesulitan, Polri harus hadir dan berdiri bersama mereka,” demikian pesan kemanusiaan yang terus ditekankan Kapolres Pasaman Barat kepada seluruh jajarannya.
Pemerintah nagari dan masyarakat setempat menyambut baik bantuan tersebut. Bantuan akan didistribusikan secara merata kepada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya keluarga yang terdampak langsung akibat banjir.
Bagi warga Nagari Katiagan, bantuan ini bukan hanya soal kebutuhan pangan, tetapi juga tentang perhatian dan kepedulian. Di tengah keterbatasan, kehadiran aparat negara menjadi penguat moral sekaligus harapan untuk bangkit kembali.
Pasaman Barat dikenal sebagai wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi. Menyadari kondisi tersebut, Kapolres Pasaman Barat menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.
Pemulihan pascabencana memang membutuhkan waktu. Namun melalui kolaborasi berbagai pihak dan kehadiran Polri yang humanis, diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dan bangkit secara bertahap.
