Keselamatan Bukan Sekadar Aturan, Dirlantas Polda Sumbar Dorong Perubahan Perilaku di Jalan Raya - WASPADA NEWS

Minggu, 04 Januari 2026

Keselamatan Bukan Sekadar Aturan, Dirlantas Polda Sumbar Dorong Perubahan Perilaku di Jalan Raya


PADANG – Jalan raya bukan hanya sarana mobilitas, tetapi ruang bersama tempat keselamatan ribuan orang saling bergantung satu sama lain. Di tengah kepadatan lalu lintas yang terus meningkat, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi nilai yang hidup dalam kesadaran setiap pengguna jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa upaya menciptakan lalu lintas yang aman tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurut dia, perubahan perilaku dan empati di jalan raya justru menjadi kunci utama menekan angka kecelakaan.

“Cara seseorang berkendara mencerminkan kepeduliannya terhadap keselamatan orang lain. Tertib lalu lintas seharusnya lahir dari kesadaran, bukan karena takut sanksi,” kata Reza.

Ditlantas Polda Sumbar terus mengintensifkan kampanye keselamatan, mulai dari ajakan menggunakan sabuk pengaman, mematuhi rambu dan marka jalan, hingga mengendalikan kecepatan. Pesan yang disampaikan sederhana, namun krusial: satu keputusan ceroboh di jalan bisa berujung pada kehilangan yang tidak tergantikan.

Reza menjelaskan, banyak kecelakaan lalu lintas berawal dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele. Menggunakan ponsel saat berkendara, memaksakan diri saat lelah, atau menambah kecepatan sedikit di luar batas aman dapat berubah menjadi tragedi dalam hitungan detik.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap fokus saat berkendara, menghindari penggunaan ponsel dan alkohol, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Menurut Reza, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan wujud kepedulian terhadap nyawa sendiri dan orang lain.

Perhatian juga diberikan pada titik-titik rawan kecelakaan, seperti persimpangan padat, ruas jalan dengan visibilitas terbatas, dan kawasan dengan arus lalu lintas tinggi. Edukasi dilakukan agar pengendara lebih waspada dan tidak terburu-buru saat melintas di lokasi tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Reza menegaskan bahwa jalan raya adalah ruang publik yang setara. Tidak ada pengguna jalan yang lebih berhak dibanding yang lain. Sikap saling menghormati, menurut dia, menjadi fondasi terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Pendekatan humanis menjadi ciri utama Ditlantas Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Edukasi disampaikan dengan bahasa yang membumi dan menyentuh sisi kemanusiaan, agar masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang.

Selain itu, pengendara juga diingatkan agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah. Beristirahat sejenak dinilai jauh lebih bijak dibanding mempertaruhkan keselamatan demi mengejar waktu.

Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas, kata Reza, tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian. Kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting, karena keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.

Ditlantas Polda Sumbar meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil. Mematuhi lampu lalu lintas, menghormati pejalan kaki, dan menjaga emosi saat berkendara merupakan langkah sederhana yang berdampak luas.

Dengan edukasi yang konsisten dan pendekatan persuasif, Ditlantas Polda Sumbar berharap kesadaran berlalu lintas tumbuh menjadi budaya, bukan paksaan. Jalan raya yang aman menjadi fondasi penting bagi mobilitas masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.

“Keselamatan bukan hanya tujuan, tetapi komitmen moral yang harus dijaga bersama, setiap hari, di setiap perjalanan,” ujar Reza.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda